WeLab Terima Pendanaan Seri C 156 Juta Dolar

WeLab, salah satu perusahaan teknologi finansial (tekfin) di Asia, baru saja mengumumkan pendanaan strategis Seri C senilai US$ 156 juta. Pihak yang berada di balik pendanaan kali ini terdiri dari sejumlah investor baru dan lima investor lama yang kembali menyalurkan modal. Beberapa di antaranya termasuk Alibaba Hong Kong Entrepreneurs Fund dan China Construction Bank (International).

welab

“Pendanaan ini akan digunakan untuk terus mengembangkan dan memperluas platform kami sebagai pendukung tekfin. Kelanjutan investasi dalam penelitian dan pengembangan teknologi kelak membantu kami dalam menerapkan berbagai teknologi inovatif di seluruh kawasan. Hasilnya, kami mampu menghadirkan berbagai produk dan layanan baru bagi para pelanggan sehingga mereka dapat menyediakan layanan finansial digital secara holistis,” jelas Simon Loong, Pendiri dan Group CEO WeLab lewat rilis pers.

Dalam tempo dua tahun dari babak pendanaan sebelumnya pada 2017, WeLab sukses berkembang menjadi pemimpin tekfin regional. Lebih lagi, WeLab meningkatkan skala bisnis yang didukung teknologi di tiga negara. WeLab mencetak beberapa tonggak bersejarah baru. Termasuk di dalamnya adalah sejumlah izin operasional yang diraihnya dan paten atas teknologi yang terdepan di industri: izin bank virtual di Hong Kong; izin jaminan finansial dan izin financial leasing di Tiongkok Daratan; izin tekfin di Indonesia dari OJK; serta sejumlah paten teknologi, termasuk “Edge Computing”. Paten tersebut memperkuat komitmen WeLab terhadap inovasi tekfin dan menjadi landasan untuk jasa keuangan yang lebih lengkap. WeLab juga secara resmi merilis nama grup dalam bahasa Mandarin, “匯立金融控股有限公司”, serta nama WeLab Bank dalam bahasa Mandarin yakni “匯立銀行”.

Di Indonesia, WeLab merambah pasar mulai 2018 dengan membentuk usaha patungan bersama PT Astra International. Usaha patungan ini, PT AWDA, meluncurkan merek maucash dan telah menjalani perkembangan baik pada tahun operasionalnya yang pertama. Maucash memiliki lebih dari 600.000 pengguna terdaftar, 28% lebih besar ketika WeLab merambah pasar Tiongkok Daratan pada 2014. AWDA juga meraih izin tekfin dari Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (OJK) pada September 2019, dan termasuk di antara 13 operator tekfin yang memperoleh izin operasional di Indonesia.

Pada 2020, WeLab ingin terus mengembangkan dan memperluas platformnya sebagai pendukung tekfin melalui tiga target penting: meluncurkan WeLab Bank pada 2020; melanjutkan ekspansi bisnis B2B di Tiongkok lewat kerja sama dengan lebih dari 1.000 mitra, serta menghadirkan solusi “Privacy Computing” yang dikembangkan sendiri pada platform cloud pada Semester II-2020; dan ingin merambah pasar di Asia Tenggara selain Indonesia dalam dua tahun mendatang.

SUMBER: WELAB/PR Newswire

Leave a Reply

Your email address will not be published.